Beranda, Dewan Riset Daerah Provsu

DEWAN Riset Daerah Sumatera Utara dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang No. 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Berdasarkan Undang – undang tersebut dijelaskan bahwa riset menduduki peran strategis dalam pembangunan nasional, sehingga pemerintah khususnya pemerintah daerah provinsi Sumatera Utara memandang penting terbentuknya Dewan Riset Daerah Sumatera Utara untuk mengakomodir pengembangan riset di provinsi Sumatera Utara.
Dewan Riset Daerah Sumatera Utara telah berjalan selama 2 periode yaitu periode 2004 s/d 2009 yang diketuai oleh Prof Dr Mutsyuhito Solin MPd dan Sekretaris Prof Dr Ritha F Dalimunte Msi, ditetapkan berdasarkan SK Gubsu No: 050/2492.K tanggal 16 September 2004 yang dilantik Alm HT Rizal Nurdin. Dan dilanjutkan dengan periode 2010 s/d 2014 yang diketuai oleh Prof Dr Ir Zulkifli Nasution MSc dan Sekretaris Azizul Kholis SE MSi berdasarkan SK Gubsu No: 188.44/165/KPTS/2010 tanggal 18 Maret 2010 yang dilantik pada tanggal 8 April 2011.
Dewan Riset Daerah Sumatera Utara merupakan lembaga yang menyusun dan merumuskan arah kebijakan riset yakni terjadinya konsolidasi riset untuk pengembangan sumber daya iptek daerah, dan melakukan koordinasi kegiatan-kegiatan lembaga penelitian dan pengembangan daerah, serta terkondisinya hasil iptek yang sesuai dengan kebutuhan daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
Berita dan Kegiatan Terbaru
|
Juara I PENINGKATAN KESEMPATAN KERJA SESUAI KEAHLIAN BAGI BURUH BANGUNAN DI KOTA MEDAN DENGAN MEMANFAATKAN JARINGAN TELEPON SELULAR |
|
(Analisa/muhammad arifin) Rektor UMSU, Drs Agussani, MAP didampingi Wakil Rektor II, Suhrawardi K Lubis, SH, SpN, MH menyerahkan bantuan kepada warga sekitar kampus di Lingkungan III, Kelurahan Glugur Darat Medan, Jumat (26/8). |
|
Oleh: Shanty Aulia Dien SSos. Membahas pembangunan perpustakaan memang tak akan pernah ada habisnya. Dalam masa kemerdekaan Indonesia, pembangunan perpustakaan bagi masyarakat luas telah dirintis sejak awal 1950-an. |
|
Jakarta,(Analisa). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, batik harus sebagai ikon bangsa dan daya tarik wisata Indonesia. Presiden menilai industri kreatif Indonesia terus berkembang. Salah satunya ditunjang dari industri batik, yang prospekn... |